Menatap Masa Depan Ekonomi Dan Keuangan Syariah Di Indonesia

Photo by Josh Calabrese on Unsplash

#GenSyariah pasti telah mengetahui bahwa Indonesia adalah negara dengan penduduk muslim terbanyak di dunia, dengan 87% penduduknya beragama Islam. Namun, dapat dikatakan bahwa Indonesia cukup terlambat dalam menyadari peluang mengembangkan ekonomi syariah. Sudah sejak lama Indonesia menjadi pengimpor terbesar untuk kebutuhan produk halal, padahal Indonesia mempunyai potensi yang begitu besar untuk memenuhi kebutuhan produk halal dalam negerinya sendiri. Bahkan beberapa negara yang mayoritas penduduknya bukan Muslim telah mengabil langkah lebih awal untuk mengembangkan ekonomi syariah yang memang mempunyai peluang besar untuk mengembangkan ekonomi nasional. 

Contohnya adalah Thailand sebagai negara produksi makanan dan minuman halal terbesar di ASEAN bahkan mempunyai target untuk menjadi dapur halal dunia. Korea juga mulai mendaftarkan sertifikasi halal untuk beberapa produk kosmetiknya. Begitu pula Australia yang menjadi negara ekportir daging halal yang cukup besar. Dalam upaya mengejar ketertinggalan, akhirnya beberapa tahun belakangan ini Indonesia berhasil melihat potensi yang selama ini tertimbun dengan menggaungkan berbagai perencanaan pengembangan industri halal yang termaktub dalam  Masterplan Ekonomi Syariah 2024.

Belakangan ini pemerintah mulai mendukung penuh ekonomi dan keuangan syariah. Beberapa dari kita mungkin sudah tidak asing dengan upaya dari berbagai lembaga ataupun stake holder untuk mengembangkan dan membangun Halal Value Chain. Pemerintah bekerja sama dengan lembaga-lembaga keuangan dan ekonomi syariah untuk membangun ekosistem ekonomi syariah yang moderat dan inklusif. Seperti yang diketahui bahwa keuangan dan ekonomi syariah tidak dapat berjalan sendiri-sendiri atau dapat dikatakan saling berkesinambungan satu sama lain. 

Keduanya berperan penting dalam mewujudkan ekosistem ekonomi syariah di Indonesia. Hal ini dibuktikan dengan pembaharuan KNKS (Komite Nasional Keuangan Syariah) menjadi KNEKS (Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah) pada tahun 2019 lalu. Diketuai oleh Presiden Jokowi, KH. Ma’ruf Amin sebagai wakil dan ketua harian, serta Ibu Sri Mulyani sebagai sekretaris menandakan bahwa pemerintah telah sepenuhnya mendukung agar ekonomi syariah dapat berkontribusi lebih besar bagi perekonomian nasional maupun internasional. Bahkan Indonesia telah mengeluarkan Masterplan Ekonomi Syariah 2024, yang tentunya sebagai bukti bawa Indonesia mempunyai target yang besa dan terarah  untuk mengembangkan  ekonomi syariah didalam negeri yang kemudian dapat menjadi salah satu keunggulan untuk bersaing di ranah perekonomian global.

Pertumbuhan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia sudah makin menggembirakan. Indonesia menduduki peringkat pertama dalam Global Muslim Travel Index (GMTI) 2019 yang di dalamnya mencangkup 130 destinasi secara global, di negara Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) maupun non-OKI. Pada Global Islamic Finance Report (GIFR) 2019, Indonesia menduduki peringkat pertama dengan berhasil mencatatkan skor 81,39. Indonesia juga menduduki peringkat kedua pada pengembangan keuangan syariah global dalam Islamic Finance Devolopment Indicator (IFDI) Report 2020. Sedangkan dalam The State of Global Islamic Economy (SGIE) Report 2020/2021, Indonesia berada di peringkat keempat, naik satu tingkat dari tahun 2019

Dalam Masterplan Ekonomi Syariah 2024, dijelaskan bahwa Indonesia akan semakin menguatkan halal value chain, yang terdiri atas industri makanan dan minuman halal, Industri pariwisata halal, Industri fesyen Muslim, Industri media dan rekreasi halal, industri farmasi dan kosmetik halal, dan industri energi halal. Berbicara mengenai industri makanan dan minuman halal, Thailand yang merupakan negara dengan mayoritas penduduknya bukan Muslim dapat menjadi negara dengan industri makanan dan minuman yang cukup besar.

Hal ini telah membuktikan bahwa kehalalan suatu produk sangat bersifat inklusif, tidak hanya dapat dinikmati oleh Muslim, tetapi juga non-Muslim. Tidak sedikit juga orang-orang yang melihat kehalalan makanan dan minuman untuk menjamin higiene suatu makanan dan minuman. Dalam mengembangkan industri makanan dan minuman halal, tentu akan dapat membawa manfaat khususnya bagi peningkatan produktivitas di bidang pertanian. Begitu juga pariwisata halal yang berfokus pada tersedianya beberapa fasilitas muslim-friendly, seperti mudahnya akses pada musala dan restoran halal.

Poin selanjutnya yang dijelaskan sebagai strategi Masterplan Ekonomi Syariah 2024 adalah penguatan ekonomi syariah, penguatan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), dan penguatan ekonomi digital. Beberapa hal ini sangat berkaitan erat. Indonesia saat ini sudah mengalami pertumbuhan dalam perbankan syariah, investasi syariah atau reksadana syariah, kemudahan akses ZISWAF, dan asuransi syariah. Dengan pengembangan perbankan syariah ini juga akan sangat sejalan dengan pengembangan UMKM karena dapat memberi modal pada UMKM. Penguatan ekonomi digital juga sangat terlihat, dalam berbagai urusan pengurusan perbankan, asuransi, dan investasi syariah semuanya dapat diakses online.

Selanjutnya juga terdapat empat strategi dasar sebagai ekosistem pendukung yaitu penguatan regulasi dan tata kelola, pengembangan kapasitas riset dan pengembangan, peningkatan kualitas dan kuantitas sumber daya manusia, dan peningkatan kesadaran dan literasi publik. Dalam pengembangan kualitas sumber daya manusia dan edukasi di bidang ekonomi syariah, telah banyak perguruan tinggi negeri maupun swasta, perguruan tinggi umum ataupun keagamaan yang telah menyadiakan program studi bahkan fakultas ekonomi syariah. 

Mengenai pengembangan sumber daya manusia, Indonesia diperkirakan akan mengalami bonus demografi pada tahun 2030-2040 yakni jumlah penduduk usia produktif (berusia 15-64 tahun) lebih besar dibandingkan penduduk usia tidak produktif (berusia di bawah 15 tahun dan di atas 64 tahun). Hal ini tentu akan menambah peluang Indonesia dalam meningkatkan berbagai perkembangan ekonomi syariah. 

Selain banyaknya program studi bidang ekonomi syariah di kampus, Indonesia juga mengembangkan ekosistem syariah di pesantren. Salah satu program pemberdayaan yang diadakan ialah Hebitren (himpunan ekonomi bisnis pesantren), program andalan ini didukung oleh Bank Indonesia. Dengan optimalnya pengembangan edukasi, research, dan literasi dapat dipastikan Indonesia akan mencapi target sebagai pusat halal dunia pada tahun 2024.

Bank Indonesia juga berkontribusi besar dalam pengembangan ekonomi syariah di Indonesia. Bank Indonesia telah mengadakan Festival Ekonomi Syariah (Fesyar) yang mempertemukan pelaku ekonomi syariah di tingkat regional. Selain itu terdapat pula Indonesia Syariah Economic Fair (ISEF) yang menjadi wadah pertemuan pelaku bisnis syariah internasional. Event-event tersebut bertujuan untuk membentuk ekonomi syariah internasional sekaligus kampanye bagi Indonesia untuk terus mengembangkan ekonomi syariah di kancah internasional.

Hal kecil yang mungkin bisa kita terapkan sehari-hari ialah membuka rekening di bank syariah, membeli produk halal dalam negeri, dan memilih investasi syariah. Dengan membagikan informasi ekonomi syariah, kita sudah turut berkontribusi untuk memperluas literasi ekonomi syariah di kalangan masyarakat. 

Jika berbagai kegiatan ekonomi dilakukan dengan menerapkan ekonomi syariah, maka tidak mustahil bagi Indonesia untuk menjadi pusat halal dunia lebih cepat dan kita akan menjadi negara produsen halal bukan hanya konsumen. Berbagai prestasi yang mulai ditunjukkan Indonesia dalam ekonomi syariah internasional, seharusnya dapat membangkitkan semangat kita untuk turut berkontribusi lebih besar dalam perekonomian syariah Indonesia.

Penulis:

Mia Izzatul Afkarina

Reviewer:

Lusiana Ulfa Hardinawati, S.Ei., M.Si., CPHCM., CSF., AWP.

Editor:

Nulido Firgiyanto

Sumber:

https://knks.go.id/berita/26/pemerintah-luncurkan-masterplan-ekonomi-syariah-indonesia-2020-2024?category=2

https://www.crescentrating.com/reports/global-muslim-travel-index-2019.html

https://hebitren.id/berita/

https://www.bappenas.go.id/id/berita-dan-siaran-pers/indonesia-ke-posisi-teratas-pasar-keuangan-syariah-global-menteri-bambang-terima-penghargaan-global-islamic-finance-report-2019/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: